Pengacara Ahok Menuntut Willyudin

Pengacara Ahok Menuntut Willyudin

KOMPAS365 JAKARTA – Pada sidang ke-enam kasus penistaan agama dengan terdakwanya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, untuk sekian kalinya persidangan yang di gelarkan di Auditorium Kementerian Pertanian.

Perbedaan keterangan antara saksi pelapor Willyuddin Abdul Rasyid dan saksi polisi briptu ahmad Hamadi membuat pengacara ahok mengambil kesimpulan bahwa keterangan Willyudin adalah kesaksian palsu.

Sudah minta pada majelis hakim untuk dinyatakan memberikan keterangan palsu pada saat kesaksian di dalam persidangan.”Ujar pengacara Ahok.

Berhubung dinilai telah memberikan kesaksian palsu di sidang Ahok, pihak sedang mengasumsikan bahwa melaporkanwillyudin ke kepolisian dengan tuduhan fitnah dan memberi kesaksian palsu.

sedang kita pertimbangkan melakukan laporan saksi Willyuddin dan di ajuga memberikan fitnah atau kebohongan belaka kepada masyarakt.” Ujar Pengacara Ahok.

Humprey juga mengatakan bahwa Willyuddin sengaja mengancam kepolisian dengan cara mengerahkan massa bila laporannya ditolak Polres Bogor dan sementara saksi pelapor Willyuddin justru menilai kesalahan tanggal pelaporan sepenuhnya kesalahan polisi dan dapat di katakan bahwa ketidak profesionalan dalam kepolisian.

Dengan ini dapat di katakan ketidakproffesionalan polisi dalam menangani perkara penerimaan laporan, kenpaa? karena berkali-kali mengkoreksi dan bahkan saya memberikan kronologi seperti ini,” Ujar Willyuddin.

Willyuddin juga berkata dalam kertas kronologi yang dia buat dan sodorkan kepada Briptu Agmad Jamadi yang tertulis pada tanggal kejadian perkara pada 27 september 2016 bukan 6 september 2016.

saya melaporkannya pada tanggal 7 dan semua itu ditulis  pada saat september dan itu saya sempet memperbaikinya.” Tegas Willyuddin.